Patut Jadi Contoh! Ponpes Nurul Iman Pangkalan Balai Launching Bank Sampah, Kerja Sama Bank Sampah Graha Pena
05 Sep 2026 22:20
BANYUASIN-Kepedulian terhadap pengurangan sampah, khususnya sampah anorganik, juga menggema di lingkungan pondok pesantren (ponpes).
Jauh di pelosok Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Ponpes Nurul Iman jadi pelopor.
Secara resmi, Ponpes Nurul Iman melaunching Bank Sampah Unit (BSU) Simpang Lebak. Sekaligus langsung melakukan kerja sama dengan Bank Sampah Graha Pena binaan Sumatera Ekspres yang berpusat di Palembang.
Launching dilakukan Pimpinan Yayasan Ponpes Nurul Iman, HM Akhfasyi. Dilanjut penandatanganan MoU antara Akhfasyi dengan perwakilan Bank Sampah Graha Pena, Martha Hendratmo.
“Semoga setelah ini kerja sama bisa segera berjalan seperti yang diharapkan. Kami sudah sosialisasi tidak hanya di lingkungan pondok, tapi juga kepada Kades dan perangkatnya serta warga sekitar,” jelas Akhfasyi, Sabtu (5/9).
Menurutnya, selama ini cukup banyak sampah yang dihasilkan warga Ponpes Nurul Iman. “Sampah yang dihasilkan selama ini kurang terkelola dengan baik.
Tapi dengan didirikannya bank sampah ini, harapannya tidak hanya bisa menjaga kebersihan lingkungan pondok, tapi juga memberikan manfaat lebih,” imbuh dia.
Sebagai pionir ponpes yang memiliki bank sampah di Sumsel, Ponpes Nurul Iman merasa perlu mengajak warga Desa Ujung Tanjung untuk juga mulai memilah sampah dari rumah.
“Sampah yang sudah dipilih, khususnya yang anorganik, kami persilakan untuk ditabung di pondok. Nanti akan diterima dan dicatat dengan jujur dan transparan. Kami sudah bentuk pengurusnya. Bank sampah ini buka Jumat dan Sabtu,” bebernya.
Menurutnya, ini juga sejalan dengan program Menteri Agama tentang lingkungan, yakni Ekoteologi. Akhfasyi mengucapkan terima kasih kepada pengurus Bank Sampah Graha Pena binaan Sumatera Ekspres yang bersedia untuk membina dan bekerja sama mendampingi agar BSU Nurul Iman Simpang Lebak nantinya bisa beroperasional dengan baik dan optimal.
Mewakili pengurus Bank Sampah Graha Pena, Martha Hendratmo yang juga Pemimpin Redaksi Sumatera Ekspres menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan BSU Nurul Iman Simpang Lebak.
“Ini inisiatif dan komitmen yang luar biasa dari pengurus Yayasan Ponpes Nurul Iman bersama para ustaz/ustazah dan santri-santriwati. Mungkin ini ponpes pertama di Sumsel yang memiliki bank sampah sendiri,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Martha menjelaskan berbagai jenis sampah anorganik yang masih punya nilai ekonomis. Termasuk cara pemilahannya.
“Untuk sampah organik, bisa diolah di lingkungan pondok, untuk dijadikan kompos. Apalagi masyarakat di sini sebagian profesinya petani, tentu kompos ini sangat diperlukan,” jelasnya.
Martha menambahkan, Bank Sampah Graha Pena siap memberikan pendampingan kepada BSU Nurul Iman Simpang Lebak.
“Termasuk juga siap menerima setoran sampah yang sudah terkumpul. Semoga dengan ini dapat memotivasi ponpes-ponpes lain untuk membentuk bank sampah unit di lingkungan masing-masing,” tukasnya.
Kepala Desa Ujung Tanjung, Iwan Supriyadi SPdI, mewakili perangkat dan warga desa menegaskan siap memberikan dukungan terhadap keberadaan BSU Nurul Iman Simpang Lebak.
“Kami akan ajak semua warga untuk bisa memilah dari rumah, kemudian menabung sampah di bank sampah pondok,” pungkas dia.
Hadir dalam kegiatan launching dan MoU kemarin, pengurus Ponpes Nurul Iman yakni Bul Hasan Syazili, Syamsu Rihal dan Antoni Yuzar.
Kemudian, Ketua BUMDES Ujung Tanjung, Rusman, para guru dan santri-santriwati Ponpes Nurul Iman. Acara dimeriahkan hadroh yang dimainkan para santri. (mh)