← Kembali

Persit KCK Koorcab Rem 044 PD II/Sriwijaya Kembali Setoran Sampah ke Bank Sampah Graha Pena

10 Oct 2026 20:47

Persit KCK Koorcab Rem 044 PD II/Sriwijaya Kembali Setoran Sampah ke Bank Sampah Graha Pena
PALEMBANG-Untuk kali kedua, ibu-ibu anggota Persis Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 044 PD II/Sriwijaya diwakili Ibu Dian Harto dan jajaran menyetorkan sampah anorganik ke Bank Sampah Graha Pena. Semua sampah itu yang berhasil dikumpulkan dari rumah-rumah para prajurit Korem 044/Gapo selama hampir dua minggu terakhir. Konsistensi ini menunjukkan kepedulian Persis KCK Koorcab Rem 044 PD II/Sriwijata terhadap persoalan sampah. Setoran kedua sampah anorganik ini diterima staf Bank Sampah Graha Pena, Jumat, 9 Oktober 2026. Sebelumnya, pada 11 September lalu, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 044 PD II/Sriwijaya, Veranti Khabib Mahfud bersama ibu-ibu anggota Persit lainnya telah berkunjung ke Bank Sampah Graha Pena. Kunjungan itu dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat bank sampah, sekaligus mengetahui jenis-jenis sampah anorganik yang masih punya nilai ekonomis dan proses pemilahannya. Kunjungan itu disambut Manajer Bank Sampah Graha Pena, A Rosidi didampingi Pemimpin Redaksi Sumatera Ekspres Martha Hendratmo dan jajaran. "Tujuan kami ke Bank Sampah ini untuk berpartisipasi dan mendukung program pemerintah bahwa kita harus sudah mulai memilah sampah. Dari lingkungan terkecil dulu, dari lingkungan asrama kami, kami mulai belajar memilah-milah sampah. Bahkan menjadikan sampah memiliki nilai ekonomis yang tinggi," ujar Vera. Menurut istri Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud itu, kebiasaan memilah sampah tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Tapi juga dapat menjadi pendidikan lingkungan bagi keluarga. Karena itu, Persit KCK berencana menerapkan pembelajaran tersebut di lingkungan asrama dan jajaran Kodim di wilayah Koorcab Rem 044. Vera menjelaskan, selama ini pengelolaan sampah di lingkungan asrama masih banyak mengandalkan petugas pengangkut sampah. Sampah rumah tangga dikumpulkan tanpa pemilahan terlebih dahulu, kemudian langsung dibuang. Melalui kunjungan ke Bank Sampah Sumeks, pihaknya ingin mengubah kebiasaan tersebut dengan mulai memisahkan sampah organik dan anorganik. "Sampah dapur terutama, kami ingin mulai memilah. Jadi, tidak semua sampah langsung dibuang. Sampah organik bisa dimanfaatkan, sedangkan sampah plastik dan lainnya dipisahkan untuk dikelola dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi," jelasnya. Ia menambahkan, sampah dapur dapat diolah menjadi pupuk organik melalui komposter maupun metode biopori. Sementara itu, sampah plastik yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan dan disalurkan ke bank sampah. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap TPA sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Vera juga berharap program pemilahan sampah dapat dilaksanakan secara berkesinambungan di seluruh jajaran Koorcab Rem 044. Menurutnya, edukasi tidak cukup hanya dilakukan melalui satu kegiatan, melainkan harus menjadi kebiasaan sehari-hari yang diterapkan oleh keluarga prajurit dan lingkungan sekitarnya. "Alhamdulillah, sudah kami sebarkan juga ke seluruh Kodim di wilayah jajaran Korem 044 bahwa sudah harus melaksanakan pemilahan sampah. Ke depannya, saya berharap ini terus dilaksanakan dan berkesinambungan," katanya. Menyinggung adanya tabungan bank sampah? Ia mengatakan nantinya hasil dari tabungan bisa disalurkan melalui donasi atau juga bisa dijadikan tabungan kurban. Dalam kesempatan tersebut, Vera juga menyinggung pentingnya peran masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat. Ia menilai, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan TPA, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari rumah. Sementara itu, Manager Bank Sampah Graha Pena, A Rosidi menyambut baik kunjungan Persit KCK Koorcab Rem 044 PD II/Sriwijaya. Ia menegaskan, Bank Sampah Graha Pena tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah bernilai ekonomi. Tapi juga menjalankan misi sosialisasi dan edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. "Kami ingin mengedukasi masyarakat tentang sampah. Persoalan sampah ini harus dimulai dari rumah tangga, dengan memilah sampah organik dan anorganik. Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah, sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang," ujarnya. Menurutnya, kolaborasi dengan organisasi seperti Persit KCK sangat penting untuk memperluas gerakan peduli sampah. Sebab, ibu-ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam menentukan bagaimana sampah dapur dan sampah rumah tangga dikelola setiap hari. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal kerja sama berkelanjutan antara Bank Sampah Graha Pena di bawah naungan Sumatera Ekspres dan Persit KCK Koorcab Rem 044. Dengan edukasi yang dilakukan secara rutin, kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah diharapkan semakin meningkat, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan volume sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan.